Minggu, 24 Januari 2016

"TINGKATAN HADITS DAN CONTOHNYA"

"Bismillaahirrahmaanirrahiim"
.."Matan Al Mandzhumah Al Baiquniyyah.."


Penulis kitab ini adalah Syaikh Thaha bin Muhammad bin Futuh Al Baiquny, seorang Ahli Hadits yang hidup   sebelum tahun 1080 H atau 1669 M. Pengarang kitab Fathul Qadir AL Mughits di dalam bidang hadits.  Tidak ada hal lain yang diketahui oleh para ulama tentang Syaikh Al Baiquny, bahkan mereka berselisih tentang nama nya, sebagian mengatakan bahwa beliau bernama Thaha, sebagian lain mengatakan bahwa namanya adalah ‘Umar.
Kitab Matan Al Mandhzumah AL Baiquniyyah merupakan kitab dasar ilmu hadits yang dirangkai dalam bait-bait syair yang berisi istilah dasar seputar pembagian hadits dan macam-macam nya.  Kitab ini sangat baik dijadikan pegangan awal sebelum membaca kitab-kitab hadits yang lebih tinggi. 

منظومة البيقونية
أَبْـدَأُ بِالحَمْـدِ مُـصَلِّياً علـى * مُحَمَّــدٍ خَيْرِ نَبيِّ أُرْسِـلا
Aku memulai dengan memuji Allah dan bershalawat atas Muhammad, nabi terbaik yang diutus
وَذي مـنْ أقسـامِ الحَديثِ عِدَّهْ * وَكُـلُّ وَاحِـدٍ أَتَى وَعَـدَّهْ
Inilah berbagai macam pembagian hadits.. Setiap bagian akan datang penjelasannya
أَوَّلُهَا الصَّحِيحُ وَهُـوَ مَا اتَّصَـلّْ* إسْنَادُهُ وَلَمْ يَشُـذَّ أَوْ يُعَـلّْ
Pertama hadits shahih yaitu yang bersambung sanad nya, tidak mengandung syadz dan ‘illat
يَرْويهِ عَدْلٌ ضَـابِطٌ عَنْ مِثْلِـهِ  * مُعْتَمَـدٌ فِي ضَبْطِهِ وَنَقْلِـهِ
Perawi nya ‘adil dan dhabith yang meriwayatkan dari yang semisalnya (‘adil dan dhabith juga) yang dapat dipercaya ke-dhabith-an dan periwayatan nya
وَالحَسَنُ المَعْروفُ طُرْقـاً وَغدَتْ * رِجَالَهُ لا كَالصَّحِيحِ اشْتَهَرَتْ
(Kedua) Hadits Hasan yaitu yang jalur periwayatannya ma’ruf.. akan tetapi perawinya tidak semasyhur hadits shahih
وَكُلُّ مَا عَنْ رُتْبَةِ الحُسْنِ قَصُـرْ * فَهُوَ الضَّعِيفُ وَهْوَ أَقْسَامَاً كَثُرْ
Setiap hadits yang lebih rendah dari derajat hadits hasan adalah hadits (ketiga) Dhaif dan terbagi atas banyak bagian
وَمَـا أُضِيفَ لِلنَّبي المَرْفُــوعُ * وَمَـا لِتَابِعٍ هُـوَ المَقْطُـوعُ

Hadits yang disandarkan kepada nabi adalah Hadis Marfu’, dan yang disandarkan kepada Tabi’in adalah Hadits Maqthu’
والمُسْنَدُ المُتَّصِلُ اْلإسْنَادِ مِــنْ * رَاوِيهِ حَتَّى المُصْطَفَى ولَمْ يَبِنْ
Hadits Musnad adalah yang bersambung sanadnya perawinya sampai kepada nabi tanpa terputus
وَمَـا بِسَـمْعِ كُلِّ رَاوٍ يَتَّصِـلْ * إسْنَادُهُ لِلْمُصْطَفَى فَالْمُتَّصِـلْ
Hadits yang setiap perawi nya mendengar satu sama lain dan bersambung sanad nya sampai nabi maka disebut Al Muttashil (bersambung)
مُسَلْسَلٌ قُلْ مَا عَلَى وَصْفٍ أَتَى * مِثْلُ أَمَا وَاللـهِ أَنْبَانِي الْفَتَـى
Hadits  Musalsal adalah hadits yang dibawakan dengan menyertakan sifat (yang selalu sama) seperti perkataan perawi “Ketahuilah, Demi Allah telah memberitahuku seorang pemuda”
كَـذَاكَ قَـدْ حَدَّثَنِيهِ قَائِمــا * أَوْ بَعْـدَ أَنْ حَدَّثَنِـي تَبَسَّـما
Begitu juga seperti “Si Fulan Telah bercerita kepadaku sambil berdiri” atau “setelah bercerita kepadaku, ia tersenyum”
عَزِيزُ مَرْوِي اثْنَينِ أَوْ ثَلاَثَــهْ * مَشْهُورُ مَرْوِي فَوْقَ مَـا ثَلاَثَهْ

Hadits ‘Aziz adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua atau tiga orang perawi sedangkan Hadits Masyhur diriwayatkan oleh lebih dari tiga perawi
مُعَنْعَنٌ كَعَنْ سَعِيدٍ عَـنْ كَـرَمْ * وَمُبْهَمٌ مَـا فيهِ رَاوٍ لَمْ يُسَـمّْ
Hadits  Mu’an’an itu seperti perkataan perawi “dari sa’id, dari Karom” dan Al Mubham itu hadits yang perawinya tidak diberi nama
وَكُـلُّ مـَا قَلَّتْ رِجَالُهُ عَـلاَ * وَضِـدُهُ ذَاكَ الَّذِي قَدْ نَـزَلاَ
Setiap hadits yang sedikit perawinya disebut hadits ‘Aaliy dan kebalikannya disebut hadits Naazil
وَمَا أَضَفْتَهُ إِلى الأَصْحَـابِ مِنْ * قَوْلٍ وَفِعْلٍ فَهْوَ مَوْقُوفٌ زُكِنْ
Perkataan atau perbuatan yang kau sandarkan kepada Sahabat adalah Hadits Mauquf
وَمُرْسَـلٌ مِنْهُ الصَّحَابِيُّ سَقَطْ * وَقُلْ غَرِيبٌ مَا رَوَى رَاوٍ فَقَطْ
Hadits Mursal adalah hadits yang perawinya gugur di tingkat Sahabat dan katakanlah Hadits Gharib itu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi saja
وَكُـلُّ مَا لَـمْ يَتَّصِلْ بِحَـالِ * إِسْـنَادُهُ مُنْقَطِعُ اْلأوْصَـالِ
Setiap hadits yang tidak bersambung sanadnya disebut Hadits Munqathi’

وَالمُعْضَلُ السَّـاقِطُ مِنْهُ اثْنَـانِ * وَمَـا أَتَى مُدَلَّسـاً نَوْعَـانِ
Hadits Mu’dhal adalah hadits yang gugur pada sanadnya dua rawi. Hadits yang ditadlis ada dua macam
الأَوَّلُ الاسْـقَاطُ للشَّيْخِ وَأنْ * يَنْقُـلَ عَـمَّنْ فَوْقَهُ بِعَنْ وَأَنْ
Pertama, menggugurkan syaikhnya dan menukil dari perawi di atas nya dengan kata ” dari (عَنْ) ” dan “bahwa (أَنَّ)”
وَالثَّانِ لا يُسْـقِطُهُ لَكِنْ يَصِفْ * أَوْصَـافَهُ بِمَا بِـهِ لا يَنْعَـرِفْ
Kedua, tidak menggugurkan (syaikh) nya akan tetapi mensifatinya dengan sifat yang tidak dikenal
وَمَا يُخَـالِفْ ثِقَةٌ فِيـه المَـلا * فَالشَّاذُّ وَالمَقْلُوبُ قِسْمَانِ تَـلا
Hadits (tsiqah) yang menyelisihi hadits yang (lebih) tsiqah disebut dengan Hadits Syadz. Hadits Maqlub ada dua jenis
إِبْـدَالُ رَاوٍ مَا بِرَاوٍ قِسْــمُ * وَقَلْبُ إِسْـنَادٍ لِمَتْنٍ قِسْــمُ
Pertama, terganti (terbolak-balik) rawi yang satu dengan yang lain. Kedua, terbolak-baliknya sanad matan tertentu dengan sanad matan yang lain
وَالْفَـرْدُ مَا قَيَّدْتَـهُ بِثِقَــةِ * أَوْ جَمْعٍ أَوْ قَصْرٍ عَلَى رِوَايَـةِ

Hadits Fard adalah hadits yang kau kaitkan dengan periwayatan seorang yang tsiqah, atau periwayatan sebuah kelompok tertentu, atau terbatas/dikhusukan pada riwayatnya saja
وَمَـا بِعِلَّةٍ غُمُوضٍ أَوْ خَفَــا * مُـعَلَّلٌ عِنْدَهُـمُ قَـدْ عُرِفَـا
Hadits yang mengandung cacat yang samar atau tersembunyi dikenal oleh Ahli Hadits dengan Hadits Mu’allal
وَذو اخْتِلافِ سَـنَدٍ أَوْ مَتْـنِ * مُضْطَرِبٌ عِنْدَ أُهَـيْلِ الْفَـنِّ
Hadits yang sanad atau matannya berselilih (memiliki perbedaan) menurut Ahli Hadits disebut Hadits Mudhtharib
وَالمُدْرَجَاتُ في الحَدِيثِ مَا أَتَتْ * مِنْ بَعْضِ أَلْفَاظِ الرُّواةِ اتَّصَلَتْ
Hadits Mudraj yaitu hadits yang datang (ditambahkan) pada (sanad atau matan) nya  sebagian lafaz-lafaz perawi
وَمَا رَوَى كُلُّ قَرِينٍ عَنْ أَخِـهْ * مُدَبَّجٌ فَاعْرِفْهُ حَقَـاً وَانْتَخِـهْ
Hadist yang diriwayatkan oleh setiap teman dari saudaranya disebut Hadits Mudabbaj
مُتَّفِقٌ لَفْظـاً وَخَطـاً مُتَّفِـقُ * وَضِدُّهُ فِيمَــا ذَكَرْنَا المُفْتَرِقْ

Kesesuaian lafaz dan tulisan (nama perawi) nya disebut Muttafiq dan kebalikan dari yang kami sebutkan disebut Muftariq

مُؤتَلِفٌ مُتَّفِقُ الخَطِّ فَقَـــطْ * وَضِدُّهُ مُخْتَلِفٌ فَاخْشَ الغَلَطْ
Mu’talif itu jika sesuai tulisan (nama perawi) nya saja (tidak lafaznya) dan kebalikannya disebut Mukhtalif maka waspadailah kekeliruan
وَالمُنْكَرُ الْفَرْدُ بِهِ رَاو غَــدَا * تَعْدِيلُهُ لا يَحْمِــلُ التَّفَـرُّدَا
Hadits munkar adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang rawi yang tidak diterima ta’dil nya dalam keadaan menyendiri
مَتْرُوكُهُ مَا وَاحِدٌ بِهِ انْفَــرَدْ * وَأَجْمَعُوا لِضَعْفِهِ فَهْوَ كَــرَدّْ
Hadits Matruk adalah hadits yang menyendiri perawinya dan mereka (para ahli hadits) menyepakati Kedhaifan Rawi tersebut dan menolaknya
وَالكَــذِبُ المُخْتَلَقُ المَصْنُوعُ * عَلَى النَّبِي فَــذَلِكَ المَوْضُوعُ
Hadits dusta yang dibuat-buat (dipalsukan) atas nama nabi maka itulah Hadits Maudhu’
وَقَــدْ أَتَتْ كَالجَوْهَرِ المَكْنُونِ * سَــمَّـيْتُهَا مَنْظُومَةَ البَيْقُونِي

Sungguh nadzham ini seperti Al Jauhar Al Maknun yang ku beri nama Mandzhumah Al Baiquuniyah
فَـــوْقَ الثَّلاثِينَ بِأَرْبَعٍ أَتَتْ * أَبْيَاتُهـــَا ثُمَّ بِخَيرٍخُـتِمَتْ
Datang dengan 34 bait kemudian ditutup dengan baik

                        
Ya di SyumilaNU
referensi dakwah para kyai, ustadz dan santri
www.as-salafiyyah.blogspot.com
www.refdak.wordpress.com
Posted by arabic.web.id on June 29, 2010 Leave a comment Go to comments

Pilihan 
Doakuilzam
  .........اللهم إني أسألك فعل الخيرات وترك المنكرات وحب المساكين ، وأن تغفر لي وترحمني ، وإذا أردت فتنة في قوم فتوفني غير مفتون ، اللهم أسألك حبك وحب من يحبك وحب عمل يقربني إلى حبك.
                      اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لايخشع ومن دعاء لا يسمع ومن نفس لا تشبع اللهم إني أعوذ بك من هؤلاء الأربع
                     اللهم اغفرلي مالايعلمون ولاتؤاخذني بما يقولون واجعلني خيرا مما يظنون
اللهم اغفرلي مالايعلمون ولاتؤاخذني بما يقولون واجعلني خيرا مما يظنون........ 

اللهم أسلمت نفسي إليك ، وفوضت أمري إليك ، ووجهت وجهي إليك ، وألجأت ظهري إليك ، رغبة ورهبة إليك لا ملجأ ولا منجا إلا إليك ، آمنت بكتابك الذي أنزلت وبنبيك الذي أرسلت

"KONTEKSTUALISASI".. Sifat Wajib 20 Bagi Allah..Pondok Pesantren Darut Tauhir Injelan Panggung Sampang Madura

"mengapa kita wajim mengetahui sifat wajib bagi allah 20...? bukankah as maa ul husna berjumlah 99...?

Mengapa wajib mengetahui sifat 20?.........

Pertama, setiap orang yang beriman harus meyakini bahwa Allah SWT wajib memiliki semua sifat kesempurnaan yang layak dengan sifat keagungan-Nya. Ia harus meyakini bahwa Allah mustahil memiliki sifat kekurangan yang tidak layak dengan sifat keagungan-Nya.

¢Kedua, para ulama Ahlussunnah Wal-Jama'ah tidak membatasi sifat-sifat kesempurnaan Allah dengan dua puluh sifat. Setiap sifat kesempurnaan yang layak dengan sifat keagungan Allah, sudah barang tentu Allah wajib memiliki sifat tersebut, sehingga sifat-sifat Allah itu sebenarnya tidak terbatas pada sembilan puluh sembilan saja .
Sifat Allah tidak terbatas 99
¢Al-Imam al-Hafizh al-Baihaqi:
¢وَقَوْلُهُ r: « إِنَّ للهِ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا » لاَ يَنْفِيْ غَيْرَهَا ، وَإِنَّمَا أَرَادَ وَاللهُ أَعْلَمُ أَنَّ مَنْ أَحْصَى مِنْ أَسْماَءِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا دَخَلَ الْجَنَّةَ. (الإمام البيهقي، الاعتقاد على مذهب السلف اهل السنة والجماعة، ص/14).
¢Sabda Nabi r: "Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan Nama", tidak menafikan nama-nama selainnya. Nabi r hanya bermaksud wallahu a'lam-, bahwa barangsiapa yang memenuhi pesan-pesan sembilan puluh sembilan nama tersebut akan dijamin masuk surga.
shifat-shifat khabariyah dibagi dua:
1. al Dzat
2. al Af'al
¢Shifat al-dzat adalah sifat-sifat yang menetap pada Dzat Allah, antara lain shifat 20.
¢Berfungsi sebagai syarthul uluhiyyah (syarat ketuhanan), sehingga kebalikannya jelas mustahil bagi Allah.
¢Bersifat azal dan baqa’.
¢Shifat al-af’al, adalah sifat-sifat yang merupakan perbuatan Allah SWT seperti al-muhyi, al-mumit, al-mu’thi, al-mani’, al-khaliq dan lain-lain.
¢Tidak bersifat azal tetapi bersifat baqa’.
..."Mengapa wajib mengetahui sifat 20?..."
¢Dari sekian banyak shifat al-dzat yang ada, shifat dua puluh dinggap cukup dalam mengantarkan seorang mukmin pada keyakinan bahwa:
¢1. Allah memiliki segala kesempurnaan
¢2. Allah Maha Suci dari segala sifat kekurangan.
¢Sebagian besar shifat al-dzat yang ada, substansinya telah tercover dalam shifat 20 yang ditetapkan dalil al-Qur’an, Sunnah dan dalil rasional (‘aqli).
..."Mengapa wajib mengetahui sifat 20?..."
¢Shifat 20 dianggap cukup dalam membentengi akidah seseorang dari setiap pemahaman yang keliru tentang Dzat Allah SWT.
¢Shifat wujud disebut shifat nafsiyyah
¢Shifat Salbiyyah ada 5; yaitu qidam, baqa’, mukhalafatuhu lil-hawaditsi, qiyamuhu binafsihi dan wahdaniyyat
¢Shifat ma’ani, ada tujuh yaitu ilmu, iradat, qudrat, sama’, bashar, kalam, hayat.
....nb,,"***semoga bermanfaab sob..."****


1. Allah Mahaerat Sempurna

Sabtu, 23 Januari 2016

"MOTIVASI..." PEMIKIRANKU.......

PEMIKIRANKU-ILZ
Sikap, Arahan, Solusi

NT KAMU AYO MAJU

Sangat  tidak patut aku tuliskan pemikiranku yang bercampur aduk karena berbagai latar belakangku, tapi jemariku merasa ada yang mendesak agar mau menulis , alasanya untuk memanjangkan umurku.
NT KAMU
*        Negeri ini memerlukan generasi yang tangguh. Pendidikan formal harus dipelihara sedangkan non formal harus ditopang maksimal fundingnya. Tokoh-tokoh tangguh negeri ini justru digembleng dalam pendidikan non formal. Bahkan tokoh dunia, hampir semuanya luar biasa bukan karena pendidikan formalnya.
*        Tentara, polisi, dan elemen keamanan negara lainya perlu membentuk forum persahabatan di tiap daerah. Pembagian tugas lapangan harus mempertimbangkan status keadaan dengan memperbanyak intellegent sebaguna.
*        Kendaraan BBM dinas dan pribadi harus dipangkas rapi. Bersepeda dan pejalan kaki sebaiknya difasilitasi. Tidak mengapa menaikan harga minyak, demo juga baik tapi jangan tidak menentu dan menyalakan api.
*        Aturan banyak yang tak berlaku, siapapun harus tahu. Pelanggar jangan disidang semu. Pajak dan denda harus berkumpul jadi satu. Memberdayakan zakat harus terpisah dari pajak. Lembaga sosial dibebaskan dari pajak.
*        Musyawarah akan bermutu apabila tidak memikirkan uang saku. Menaikan gaji aku setuju, tapi para napi harus bersandang hebat dan bersepatu.
*        Usaha kecil cukup diawasi. Izin harus tanpa biaya dan  bisa dipantau on-line. Masyarakat dilibatkan dalam pengawasan dan keputusan.


AYO
*        Asyik menikmati madia massa Internet, TV, Radio dan media kertas lainya adalah fitrah manusia. Pemilik media harus menampilkan wawasan melek media dan mau bertanggung jawab bila ada dampak negatifnya.
*        Yang peduli kepada bangsa ini siapa lagi, kalau bukan engkau dan aku. Bagi orang yang pandai, berlagak bodoh itu etika, bukan untuk melarikan diri. Banyak sekali yang masih menutup diri terutama pajak dan korupsi.
*        O bligasi dan saham yang lepas dari tangan negeri ini harus diupayakan kembali. Kontrak pertambangan dan produksi yang merugikan harus segera dinormalkan.
MAJU
*        Mencari nafkah tidak boleh merugikan. Menanam investasi harus jeli dan teliti. Utamakan memproduksi kebutuhan lokal dan mengkonsumsi produk dalam negeri.
*        Ajak semua mengenal dan menggunakan bank, terutama bank milik negara. Pemerintah sebaiknya menghapus biaya semua jenis setoran bank, boleh saja memberlakukan biaya penarikan. Pihak bank-dual system selalu memberi tawaran kepada Pemilik Tabungan untuk merubah dari sistem Syariah ke konvensional dan sebaliknya konvensional ke sistem Syariah tanpa berubah nomor rekeningnya.
*        Janji para pemimpin boleh ditagih, tapi yang lebih penting bagi mereka memajukan negara dengan gigih. Pengeluaran dana dalam pencalonan itu dianggap sedekah, halal bagi penerima asalkan tetap memilih dengan hati nuraninya.
*        Uji kelayakan apapun sebaiknya dibuat biasa. Apapun hasil yang diperoleh tidak boleh kecewa.  Ukuran standar yang digunakan hendaknya mempertimbangkan zaman.