Jumat, 22 Januari 2016

"DIMANA PERAN KITA...?

Memang, seseorang yang mempunyai ilmu luas, kepiawaian dalam banyak bidang, semakin banyak pula peran yang bisa di sumbangkan untuk Islam. hanya saja, untuk turut dalam peran andil memperjuangkan islam tidak harus menunggu semua harus sempurna. kita bisa memulai dari apa yang kita punya dan apa yang kita miliki. meskipun itu terlihat kecil dan sepele. namun tak ada yang sepele di sisi Allah SWT.  selebihnya kita lebih banyak belajar, mengembangkan potensi yang kita miliki yang notabene dari Allah SWT.

Andil itu tidak harus mubaligh kondang, jago pidato, pakar dalam menulis atau semisalnya. mengajak orang kedalam majlis ilmu dan menyebarkan tulisan dan sarana kebaikan, mendidik keluarga  dengan warna islam, mendoakan untuk kewibawaan islam dan kaum muslimin, dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan,,,, kuncinya jangan menghitung remeh atau sepele dengan hitungan atau pertimbangan kita... namun ingatlah Allah akan memberi apa yang kita ikhlaskan dengan pemberian yang lebih besar, meskipun kita memandangnya sepele......

  Saya terhenyak saat membaca buk karya Syaikh Mahmud Mahdi la Istambuli asy Syalabi yg berjudul "NISA' HAULA AR-RASUUL".  buku itu tidak hanya menceritakan tokoh2 watita dengan gemerlapan keahlian dan peran besarnya. tapi juga seorang wanita yang sudah tua dan lemah, yang nyaris tak punya kemampuan apa2 sisi manusia, akan tetapi Nabi SAW sangat memperhatikanya. yang menarik juga, penulis memberi sub judul "DARSUN LAA YUNSA" (Pelajaran yang tak terlupakan)...........

   Namanya Ummu Mahjan. seorang wanita tua yang lemah, hitam kulitnya. ia bukan golongan cerdas cendekia, bukan pula golongan orang kaya raya. pun begitu, ia tetap ingin berkhidmad untuk islam sebisa dan semampunya. denga tekun ia membersihkan masjid setiap harinya, yaitu tempat berkumpulnya NabiSAW dan para shahabatnya. sehingga mereka merasa nyaman di tempat yang mulia itu.....

........Namun suatu malam ia meninggal dunia dan langsung di kuburka di malam itu juga tanpa memberitahukan kepada Nabi SAW. mungkin meninggalnya wanita itu tidak terlalu pernting.

.................Pagi harinya Nabi SAW sangat kehilangan, dan setelah mendengar informasi, Nabi SAW. menegur sahabatnya karena menurut beliau itu penting. Beliau bersabda: "kenapa kalian tidak memberitahukan hal itu kepadaku......." (HR. Nasa'i, al- Muwattha')

.........ternyata Nabi sangat memberikan perhatian besar kepada wanita itu atas usahanya yang berkhidmat untuk islam...

........"masihkah diantara kita yang layak menyatakan udzur dari berkhidmat untuk islam, denga alasan tidak meiliki potensi? dan tidak memiliki kemapuan apa2?.........atau tidak memiliki cukup waktu.........?
buktikan islam kita................!!!!!!!

(MUSLIM HEBAT: mengubah BIASA menjadi LUAR BIASA).....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar